Kata Kunci Al Qur'an :MUSHIBAH Oleh: Ust Ahmad Hariyadi Senin, 9 Apr 2007 12:24 WIB
Bagaimana kesudahan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah? Bagaimana proses kehancuran para penentang para rasul?
Bencana alam merupakan salah satu mushibah yang kehadirannya tidak diharapkan. Seringkali upaya antisipasi terjadinya bencana alam sudah dilakukan, namun terjadinya bencana alam tidak terantisipasi. Kehadiran bencana alam sebaiknya tidak hanya diamati dari sisi ilmu, namun perlu juga diamati dari sisi agama. Sebab berdasar kisah-kisah yang ada dalam Al Qur’an ummat yang mendustakan berakhir dengan kehancuran, sebagaimana kisah berikut:
a. Nuh as
Nuh berkata,’Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir’ (Nuh/ 26-27). Kemudian terjadilah banjir yang dahsyat itu lalu Allah selamatkan orang-orang yang beriman, sementara orang-orang kafir dan pendosa tidak ada satupun yang selamat. ‘Lalu mereka mendustakan Nuh, maka Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera dan Kami jadikan mereka itu pemegang kekuasaan dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, maka perhatikanlah bagaimanakah kesudahan orang-orang yang diberi peringatan (Yunus/10:73)
b. Shalih as
Dan merekapun (orang kafir) merencanakan maker dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar pula, sedang mereka tidak menyadari. Maka perhatikanlah betapa ssesungguhnya akibat maker mereka itu, bahwasanya Kami mebinasakan mereka dan kaum mereka semuanya. Maka itulah, rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kedzaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu (terdapat) pelajaran bagi kaum yang mengetahui ( An Naml/27:50-52)
c. Luth as
Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya,’Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu sedangkamu melihat(nya). Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu(mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu)’. Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan,’Usirlah Luth beserta keluarganya dari negerimu; karena sesungghnya mereka itu orang-orang yang menganggap dirinya bersih. Maka Kami selamatka dia bersama keluarganya, kecuali isterinya. Kami telah mentakdirkan dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan hujan atas mereka (hujan batu), maka amat buruklah hujan yang ditimpakan atas orang-orang yang diberi peringatan (An Naml/27 :54-48)
d. Musa as
Dan ketika mereka tertimpa adzab merekapun berkata,’Hai Musa, mohonkanlah kami kepada Tuhanmu dengan kenabian yang diketahuiAllah ada pada sisimu. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan adzab itu dari kami pasti akan beriman kepadamu dan akan kamibiarkan Bani Israil pergi bersamamu. Maka setelah Kami hilangkan adzab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampaikan kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya. Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami tenggelamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami (AL A’raf/7:134-136)
Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah), tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadap mereka perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya (Al Isra/17:16)
Ayat di atas menjelaskan bahwa penghancuran itu biasanya diawali dengan perilaku kedurhakaan yang dilakukan oleh orang-orang yang hidup berlebihan. Adakah bencana alam di negeri kita sebagai akibat dari perilaku durhaka yang sudah merajalela?
Progress Report adalah laporan perkembangan pekerjaan pelanggan. Link ini, merupakan bukti keseriusan kami terhadap amanah yang diberikan pelanggan kepada kami.
Kata Kunci Al Quran:
Oleh: Ust Ahmad Hariyadi MUSHIBAH Senin, 9 Apr 2007 12:24 WIB
Bagaimana kesudahan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah? Bagaimana proses kehancuran para penentang para rasul?
Pagi pukul 06.30. Kompleks perumahaan kami didatangi banyak loper koran—tepatnya koran kriminalitas terbitan Surabaya. Mereka berteriak-teriak menyebut nama komplek perumahan kami. Langsung terbayang ...