BEDA ataukah BEBAS? (2) Oleh: Ust. Heru Pudji Hartanto Jum'at, 12 Mei 2006 10:21 WIB
"Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu." (QS. Yunus: 19)
Mengenai adanya realitas kehidupan yang beragam dan berbeda, telah menjadi sesuatu hal yang mudah untuk diketahui oleh kita bersama. Tak ada yang SAMA, semuarrya BEDA. Oleh karena eksistensi BEDA melahirkan GERAK, dan GERAK menjadi komponen penting bagi sebuah eksistensi kehidupan. Namun semua hal itu hanyalah realitas fisik material.
Berbeda dengan realitas lahir (fisik material) alam semesta, dunia bathin (prinsip-prinsip dan nilai-nilai moralitas) justru menampakan realitas yang SAMA, keuniversalitasannya. Dan tidak semua orang menyadari realitas yang tersembunyi di balik kenyataaan fisikal tersebut.
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan searang perempnan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu, saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. AI-Hujurat : 13)
Allah SWT menyatakan bahwa dunia ini tersusun atas dua wujud eksistensi, Lahir dan Bathin. Dengan keduanya Allah hendak menyampaikan kepada kita semua hakekat wujud realitas yang ada.
Dunia secara lahiriah menawarkan dirinya dalam keragaman yang BEDA, namun dalam bathin-nya justru menampakan SAMA sebagai ruh penopangnya. Walaupun semua terlihat BEDA, akan tetapi gerak kehidupan ini ditopang oleh prinsip yang SAMA dan bersifat universal.
Bahwa semua BEDA ini terlahir dari prinsip yang SAMA, yaitu bersumber dari TUHAN itu Esa. Inilah bukti bahwa tingkat pengetahuan akan BEDA harus dibarengi dengan tumbuhnya kesadaran akan SAMA. Ada sesuatu yang harus diperjuangkan untuk disamakan dan tak boleh ada beda sedikit pun.
"Katakanlah: ‘Hai Ahli Kitab, marilah kepada suatu kalimat yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah’. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: ‘Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri’” (QS. Ali Imran: 64).
Semua harus menyadari akan kesamaan dan keuniversalitas atas berbagai prinsip-prinsip hidup yang menopang kehiduparmya selama ini. Seperti prinsip menghormati orang tua, walaupun orang tua kita BEDA! Setiap benda cenderung SAMA bergerak dari atas menuju bawah, walaupun BEDA dalam kapasitasnya.
Dalam hat-hal yang berkaitan dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip hidup, sebuah ke-SAMA-an haruslah menjadi sesuatu yang wajib diupayakan, walaupun wujudnya BEDA. Ke-SAMA-an akan sebuah parameter hukum, nilai sosial sangat diperlukan untuk memberi batas yang jelas antara BEDA dan BEBAS.
RUU APP menjadi sebuah upaya membangun kesadaran akan adanya keharusan untuk SAMA dalam hidup kita, sehingga menjadi jelas nantinya mengenai hidup BEDA cara dengan hidup cara BEBAS. Wallahu a’lam bishawwab.(HPH).
Progress Report adalah laporan perkembangan pekerjaan pelanggan. Link ini, merupakan bukti keseriusan kami terhadap amanah yang diberikan pelanggan kepada kami.
Kata Kunci Al Quran:
Oleh: Ust Ahmad Hariyadi MUSHIBAH Senin, 9 Apr 2007 12:24 WIB
Bagaimana kesudahan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah? Bagaimana proses kehancuran para penentang para rasul?
Pagi pukul 06.30. Kompleks perumahaan kami didatangi banyak loper koran—tepatnya koran kriminalitas terbitan Surabaya. Mereka berteriak-teriak menyebut nama komplek perumahan kami. Langsung terbayang ...