Kata Kunci Al Qur'an : SALAM (2)
Oleh: Ust Ahmad Hariyadi
Jum'at, 5 Mei 2006 09:53 WIB

Jika bertemu kembali dengan orang yang telah kita beri salam, perlukah kita mengucapkan salam lagi? Bolehkah mendahului salam kepada orang kafir?

Salam dalam pandangan ummat Islam termasuk salah satu ibadah yang tata caranya sudah tertentu. Oleh sebab itu ketika ada ide yang mau mengganti salam dengan ucapan selamat pagi/siang/sore, ide ini mendapat protes keras dari ummat Islam. Beberapa kondisi penggunaan salam yang pernah dicontohkan Rasulullah saw:

a. Bersalam kembali setelah bertemu kembali
Abu Hurairah bercerita tentang orang yang salah dalam shalat ’Maka ia (orang itu) shalat kemudian datang kepada Nabi memberi salam dan dijawab oleh Nabi saw. Kemudian Nabi saw berkata, ’Kembalilah kamu shalat, karena kamu belum shalat’. Maka ia pergi shalat kemudian datang kembali kepada Nabi dan memberi salam, hingga tiga kali ia berulang yang demikian itu. (R. Bukhari dan Muslim).

Hadits berikut ini mengungkap lebih eksplisit tentang perlunya mengucapkan salam setelah bertemu kembali. Abu Hurairah berkata; Rasulullah saw bersabda,’Jika bertemu salah seorang kamu dengan saudaranya hendaknya memberi salam, kemudian jika terpisah antara keduanya oleh pohon atau dinding atau batu, kemudian bertemu kembali hendaknya memberi salam’ (R. Abu Dawud)

b. Anak masuk rumah
Anas ra berkata, Rasulullah saw mengajarkan kepada saya,’Hai anak jika kamu masuk ke rumah keluargamu hendaknya memberi salam, supaya menjadi berkat untuk kamu dan keluargamu’(R. Attirmidzi). Sebuah pendidikan yang ditanamkan oleh Rasulullah saw kepada seorang anak, sudah semestinya jika kita memberi contoh dan mengajari agar anak-anak kita mau mengucapkan salam ketika mau masuk rumah.

c. Salam kepada anak
Anas ra berkata ia berjalan di muka anak-anak kemudian dia mengucapkan salam kepada mereka sambil berkata, ’Dahulu Rasulullah saw berbuat demikian’ (R. Bukhari dan Muslim). Jika ada seorang pemimpin yang memperhatikan anak kecil, maka hal itu akan mengangkat harga diri ini. Hal ini telah dilakukan oleh Rasulullah saw kepada anak-anak dengan mengucapkan salam kepada mereka. Walaupun kita tidak dalam posisi sebagai pemimpin masyarakat, namun langkah yang bijak kita jika mencontoh cara-cara Rasulullah saw menebarkan salam.

d. Salam kepada orang kafir
Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah saw bersabda,’Jangan mendahului orang Yahudi atau Nashrani dengan salam, dan bila kamu berpapasan dengan mereka di jalan, maka paksakan mereka ke tempat yang sempit’ (R. Muslim). Secara tegas hadits ini melarang kita untuk mengucapkan salam kepada orang non muslim. Selain itu terdapat ungkapan yang sudah kurang terperhatikan oleh ummat Islam, yaitu kalimat,’Maka paksakan mereka ke tempat yang sempit’. Kalimat ini sebenarnya menegaskan bahwa ummat Islam itu mempunyai harga diri (muru’ah) yang harus dijaga, jangan malah sebaliknya kita ummat Islam yang membungkuk (merendahkan diri) di hadapan orang-orang kafir.

Posisi struktural, penghasilan yang lebih rendah menjadi faktor yang cukup dominan menyebabkan ummat Islam merasa rendah diri. Karena itu perlu pemikiran yang lebih serius agar ummat Islam ini terentas dari kemiskinan yang membelenggunya. Secara nilai sebenarnya banyak anjuran yang mengarahkan agar ummat Islam mapan secara ekonomi, seperti misalnya: haji, tangan diatas lebih baik, dan zakat mal yang semuanya ini dapat dilakukan jika ummat Islam mampu.

e. Salam kepada majlis campuran
Usamah r.a berkata, Rasulullah saw berjalan melalui majelis yang menghimpun orang muslimin, musyrikin penyembah berhala dan yahudi. Maka Nabi saw memberi salam kepada mereka. (R.Bukhari dan Muslim). Dari hadits ini bisa dilihat bahwa Rasulullah saw telah memberi contoh kepada kita untuk mengucapkan salam kepada majelis yang anggota campuran dari berbagai orang beragama—termasuk Islam.

Ucapan salam mengajari kita agar mendoakan keselamatan untuk orang lain, sudahkah kita mengaplikasikan doa kita dalam bentuk aksi? Jika kita minta surga kita harus lalui jalan ke surga, jika kita minta saudara kita selamat, harus kita tempuh jalan yang menyelamatkan saudara kita itu. Jika dia sakit, kita perlu jenguk dan membantu biayanya; jika dia kelaparan, kita perlu memberinya makanan; jika dia miskin, kita perlu memberinya pekerjaan yang layak!
Progress Report adalah laporan perkembangan pekerjaan pelanggan. Link ini, merupakan bukti keseriusan kami terhadap amanah yang diberikan pelanggan kepada kami.


Kata Kunci Al Quran:
Oleh: Ust Ahmad Hariyadi
MUSHIBAH
Senin, 9 Apr 2007 12:24 WIB

Bagaimana kesudahan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah? Bagaimana proses kehancuran para penentang para rasul?

arsip hanif (ust. Ahmad)


“Hidup”, Bersyukurlah!
Oleh: Ust. Heru Pudji Hartanto
Selasa, 5 Sep 2006 10:51 WIB

“Mengapa hidup ini bukan pilihan?”

“Memangnya kenapa dengan hidup ini?”

“Bila seandainya hidup ini adalah sebuah pilihan, tentu saya lebih memilih untuk tidak pernah hidup!”

“Ada apa dengan hidup Ibu?”

“Hidup saya hampir sepenuhnya berisi duka dan derita.”


arsip hanif (ust. Heru)

Media, Ghibah, dan Aib itu!
Senin, 23 Mar 2009 13:51 WIB

Pagi pukul 06.30. Kompleks perumahaan kami didatangi banyak loper koran—tepatnya koran kriminalitas terbitan Surabaya. Mereka berteriak-teriak menyebut nama komplek perumahan kami. Langsung terbayang ...

arsip hikmah


Dialog Online: